penulis pada kali ini sedikit tergerak hatinya utuk menulis tentang relevansi antara perkembangan teknologi masa kini yang sudah semakin gila kemajuannya dengan kehidupan sosial masyarakat yang cenderung lambat dalam perubahannya..
penulis tergerak hatinya untuk menulis artikel ini setelah menonton salah satu video youtube dari Channel "Kok Bisa?" di bawah ini
sebenarnya pengkajian yang dilakukan terhadap masa yang akan datang seperti video di atas telah banyak dilakukan oleh pada ahli ilmu sosial sebelumnya, kamu bisa membaca buku terbitasn Kreasi Wacana yang ditulis oleh Eleonora berjudul "Metode Peramalan Sosial"
dibuku itu disebutkan (pada bab awal) bahwa sejatinya manusia selalu berorintasi tentang masa depan, walaupun seseorang itu mempelajari sejarah masa lalu, namun sejatinya ia sedang mencari pola pada masyarakat yang "kemungkinan besar" akan terjadi lagi di masa mendatang.
melihat dari kronologis peradaban manusia, kehidupan sosial manusia jelas sangat berkaitan dengan teknologi yang berkembang pada masanya. ingat saat dulu orangtua kita harus mengirimkan uang melalui pos, namun berkembangnya zaman orang bisa mengirimkan uang dengan mudahnya melalui atm, bahkan dengan taknologi "kekinian" orang bisa mengirim uang hanya dengan scan barcode seperti yang sudah disediakan layanannya oleh beberapa perusaahn seperti aplikasi GO-PAY
BACK TO THE TOPIC
menurut penulis pribadi, yang tentunya ini sangatlah subjektif dan terbuka ruang diskusi yang lebih luas lagi tentangnya, menanggapi dengan konteks "Mall yang ada sekarang dan yang akan ada di masa depan" sebenarnya gradasi ini sudah ada beberapa tahun kebelakang, sebelum/bersamaan dengan munculnya beberapa marketplace online kekinian.
kita ambil contoh sepertihanya dengan kegiatan jual beli pakaian, dahulu orang-orang jika membeli baju haru pergi terlebih dahulu ke pasar, atau jika dia memiliki budget yang cukup mungkin ia akan pergi ke Mall yang biaya parkirnya saja udah mahal. namun sekarang orang dengan mudahnya berbelanja pakaian lewat aplikasi android seperti bukalapak, tokopedia, olx, atau semacamnya.
mungkin sebagian dari kita akan berpikir, "lalu bagaimana eksistensi Mall dimasa mendatang? apakah bisnis ini akan hancur dan kemudia musnah??!!!"
YA!! jawabannya jika kita berbicara tentang kemungkinan, tentu saja selalu ada kemungkinan
namun yang penulis lihat dimasyarakat sekarang, sejatinya Mall konvensioanl itupun telah berubah/mengurangi wujudnya dari fisik menjadi non fisik, dari konvensional menjadi modern, yang semula ia hanya berjualan di gedung, mulai masuk dia ke pasar-pasar "neo-modern" (read. ONLINE)
kita lihat untuk contoh saja, Matahari dept. store..
yang penulis ketahui sedari kecil, Matahari itu ya Mall begitu, ia punya gedung, karyawannya banya, bajunya terpampang dan sebagainya.. namun sekarang ia sudah mengikuti perkembangan zaman dengan membuka toko online nya di situs nya sendiri ( https://mds.mataharimall.com/ )
bisa kita bilang Matahari itu adalah penyalur begitu, yang merupakan tangan kesekian dalam memperdagangkan suatu produk, tentunya dengan perkembangan zaman yang semakin "MAJU" bisa saja untuk memotong rantai distribusi, si produsen utama itu sendiri yang sekaligus menjual produknya sendiri di online store miliknya sendiri tanpa perantara, dan itu sudah terjadi untuk beberapa produsen pakaian sekala besar saat ini.
okey, akhirnya kita sampai pada suatu kesimpulan bahwa Mall secara fisik mungkin saja menghilang dimasa yang akan datang, namun secara esensi nya Mall akan tetap ada sebagai lahan manusia untuk berbelanja memuaskan keinginannya..
mungkin hanya itu yang saat ini penulis bisa sampaikan, tentu saja hal hal diatas tidaklah lain penulis sampaikan disini hanya sebagai sarana bagi penulis untuk mengeskpresikan apa yang menjadi pemikiran penulis,
sekian,
wabillahitaufiq
penulis tergerak hatinya untuk menulis artikel ini setelah menonton salah satu video youtube dari Channel "Kok Bisa?" di bawah ini
sebenarnya pengkajian yang dilakukan terhadap masa yang akan datang seperti video di atas telah banyak dilakukan oleh pada ahli ilmu sosial sebelumnya, kamu bisa membaca buku terbitasn Kreasi Wacana yang ditulis oleh Eleonora berjudul "Metode Peramalan Sosial"
dibuku itu disebutkan (pada bab awal) bahwa sejatinya manusia selalu berorintasi tentang masa depan, walaupun seseorang itu mempelajari sejarah masa lalu, namun sejatinya ia sedang mencari pola pada masyarakat yang "kemungkinan besar" akan terjadi lagi di masa mendatang.
melihat dari kronologis peradaban manusia, kehidupan sosial manusia jelas sangat berkaitan dengan teknologi yang berkembang pada masanya. ingat saat dulu orangtua kita harus mengirimkan uang melalui pos, namun berkembangnya zaman orang bisa mengirimkan uang dengan mudahnya melalui atm, bahkan dengan taknologi "kekinian" orang bisa mengirim uang hanya dengan scan barcode seperti yang sudah disediakan layanannya oleh beberapa perusaahn seperti aplikasi GO-PAY
BACK TO THE TOPIC
menurut penulis pribadi, yang tentunya ini sangatlah subjektif dan terbuka ruang diskusi yang lebih luas lagi tentangnya, menanggapi dengan konteks "Mall yang ada sekarang dan yang akan ada di masa depan" sebenarnya gradasi ini sudah ada beberapa tahun kebelakang, sebelum/bersamaan dengan munculnya beberapa marketplace online kekinian.
kita ambil contoh sepertihanya dengan kegiatan jual beli pakaian, dahulu orang-orang jika membeli baju haru pergi terlebih dahulu ke pasar, atau jika dia memiliki budget yang cukup mungkin ia akan pergi ke Mall yang biaya parkirnya saja udah mahal. namun sekarang orang dengan mudahnya berbelanja pakaian lewat aplikasi android seperti bukalapak, tokopedia, olx, atau semacamnya.
mungkin sebagian dari kita akan berpikir, "lalu bagaimana eksistensi Mall dimasa mendatang? apakah bisnis ini akan hancur dan kemudia musnah??!!!"
YA!! jawabannya jika kita berbicara tentang kemungkinan, tentu saja selalu ada kemungkinan
namun yang penulis lihat dimasyarakat sekarang, sejatinya Mall konvensioanl itupun telah berubah/mengurangi wujudnya dari fisik menjadi non fisik, dari konvensional menjadi modern, yang semula ia hanya berjualan di gedung, mulai masuk dia ke pasar-pasar "neo-modern" (read. ONLINE)
kita lihat untuk contoh saja, Matahari dept. store..
yang penulis ketahui sedari kecil, Matahari itu ya Mall begitu, ia punya gedung, karyawannya banya, bajunya terpampang dan sebagainya.. namun sekarang ia sudah mengikuti perkembangan zaman dengan membuka toko online nya di situs nya sendiri ( https://mds.mataharimall.com/ )
bisa kita bilang Matahari itu adalah penyalur begitu, yang merupakan tangan kesekian dalam memperdagangkan suatu produk, tentunya dengan perkembangan zaman yang semakin "MAJU" bisa saja untuk memotong rantai distribusi, si produsen utama itu sendiri yang sekaligus menjual produknya sendiri di online store miliknya sendiri tanpa perantara, dan itu sudah terjadi untuk beberapa produsen pakaian sekala besar saat ini.
okey, akhirnya kita sampai pada suatu kesimpulan bahwa Mall secara fisik mungkin saja menghilang dimasa yang akan datang, namun secara esensi nya Mall akan tetap ada sebagai lahan manusia untuk berbelanja memuaskan keinginannya..
mungkin hanya itu yang saat ini penulis bisa sampaikan, tentu saja hal hal diatas tidaklah lain penulis sampaikan disini hanya sebagai sarana bagi penulis untuk mengeskpresikan apa yang menjadi pemikiran penulis,
sekian,
wabillahitaufiq
Zack
Comments
Post a Comment