#Opini Sepak Bola Negeriku

Malam pecinta olahraga !!!

penulis kira hampir sebagian besar masyarakat indonesia suka dengan kegiatan olahraga, apapun olahraganya. walaupun ia tidak terjun langsung sebagai aktor dalam olahraga itu, setidaknya ia bisa menjadi suporter salahsatu tim olahraga atau hanya sekedar menikmati olahraga hanya untuk menemani sarapan dipagi hari.

YA !

tidak dipungkiri dunia olahraga memang sudah menjadi kultur budaya dalam masyarakat indonesia, terkhususnya sepakbola.

bagi penulis pribadi, olahraga yang satu ini bisa jadi merupakan olahraga yang penulis kenal dalam hidup. karena memang mayoritas agen sosial yang ada di sekitar saya sebagian besar adalah pecinta sepakbola.

namun sayang, rasa kecintaan terhadap olahraga ini seringkali tidak dibangun diatas asas "Kemanusiaan yang adil dan beradab" sesuai dengan yang tertera pada dasar konstitusi negara kita.

salah satu makna filosofis dalam kata "beradab" itu ia lah berarti seseorang atau sekelompok orang harus mampu mengendalikan perilakunya agar sesuai dengan etika yang berlaku dan atau menggunakan akal sehat yang ada dalam akalnya untuk menentukan sikap dalam suatu hal.

pembaca mungkin sudah tau dengan berita dibawah ini, karena memang telah menjadi pemberitaan yang Hot kebelakang, setidaknya hingga tulisan ini diterbitkan


sudah berapa kali hal serupa terjadi? nyawa seseorang bisa sampai melayang karena fanatik terhadap klub bola yang ia dukung..

TENTU SAYA TIDAK MENYALAHKAN SESEORANG UNTUK MENJADI FANS BERAT UNTUK SEBUAH KLUB BOLA

tapi jika sampai harus merenggang nyawa??

okey, baiklah.. itu nyawa mu.. itu hak mu untuk menggunakannya..

tapi bagaimana dengan keluarga mu?

oh sudah lah, jangan terlalu fokus ke arah sana, pfffftttt

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BACK TO THE TOPIC

sekarang,,
banyak para elit,,
mulai dari politikus, pengamat, hingga akademisi berusaha untuk memutus mata rantai TUMBAL SEPAK BOLA INI

ada yang mengatakan jika klub ini berhadapan dengan klub itu maka tidak usah ada suporter
ada yang mengatakan klub harus mengkondisikan suporternya, dll

mungkin sebagian dari sekian banyak opsi itu tepat, hingga opsi yang seperti ini



menurut kacamata penulis pribadi, sebenarnya opsi diatas tepat untuk solusi jangka pendek apabila memang tidak ada opsi lain yang lebih baik. akan tetapi menurut penulis opsi diatas terkesan sangatlah memaksa apabila memang harus sampai menghentikan jalannya liga

berapa banyak pemain yang harus minggir dari lapangan?
betapa banyak sponsor yang merugi?
hingga berapa banyak suporter bola yang bisa jadi tambah GANAS karena klub nya tidak bermain???!!!

ZZZZzzzzzzzzzzzzzzzzz...............

sebenarnya ada sebuah artikel yang mungkin menarik untuk kita baca terlebih dahulu


bisa ditangkap dari artikel tersebut bahwa memang masyarakat kita memiliki otak "primitif" yang masih saja lebih sering aktif ketimbang otak modern, walaupun kita sendiri sekarang hidup di dunia yang penuh dengan modernitas.

pada akhirnya, penulis ingin menyampaikan bahwa pentingnya pemerintah dan instansi terkait meningkat edukasi bagi masyarakat khususnya bagi masyarakat menengah kebawah,

maksud penulis disini adalah memberikan edukasi untuk meningkatkn "otak modern" dari masyarakat negara ini

tentu ini bisa merembet kesegala lapisan masyarakat. DAN BISA MENJADI SEBUAH SOLUSI ALTERNATIF BAGI KITA SEMUA

ketimbang harus menghentikan liga,
mengapa kita tidak mengadakan suatu diskusi yang dihadiri tidak hanya suporter klub yang resmi melainkan juga suporter yang juga tidak resmi.. atau bahkan semua yang memiliki kaitan dengan berlangsungnya pertandingan sepakbola (read. penjual aksesoris di luar stadion)

karena realita dilapangan, justru suporter yang kerap melakukan aksi kekerasan berasal dari suporter fanatik yang bukan seorang anggota resmi dari suporter klub tersebut.

disini terbukti bahwasanya sebenarnya peran pemegang otoritas sangat diperlukan untuk membuat nalar berfikir publik menjadi lebih cerdas dalam menanggapi permasalahan yang terjadi, (tentu anda tidaklah harus menjadi seorang akademisi (dosen/peneliti) untuk melakukan sebuah diskusi) imbasnya tentu saja akan luas, bukan hanya saja ketika menonton bola, tapi ini akan memiliki efek yang lebih luas.

dengan akal yang sehat, penulis kira permasalahan kecil pun akan mudah teratasi, seperti anda tidak akan mudah marah jika kunci motor anda hilang, (berapa banyak manusia seperti itu di muka bumi ini) yang padahal dengan akal yang sehat masyarakat bisa berfikir secara sistematis untuk memecahkan sebuah masalah.

mungkin dari sini pula sepakbola kita tidak kunjung maju, terkesan hanya bejalan ditempat, bagaimana sebuah brand terkenal mau mengsponsori klub sepak bola dinegeri kita kalau misalkan sepak bola dinegeri ini selalu meminta tumbal nyawa dan hanya menambah citra buruk mereka !!! bagaimana bisa kita membuka SSB yang berkualitas internasional yang bisa menarik tim-tim besar eropa untuk merekrut pemainnya dari sana jika pola pikir masyarakat kita masih primitif ??

mungkin dari tulisan ini kita bisa saling berkaca satu dengan yang lain bahwa sepak bola kita harus berbenah ke arah yang lebih rasional dan beradab. sepakbola seharunya bisa manjadi sarana yang baik untuk melepas penat sehabis bekerja, atau manjadi ladang untuk menghasilkan uang bagi sebagian orang. bukan sebagai penambah pemberitaan buruk di media masa zaman sekarang..

baiklah, mungkin hanya sekian yang bisa penulis sampaikan, sampaikan dengan baik bila ada kritik maupun sanggahan dari tulisan penulis.

sekian, terimakasih



Zack

Comments